![]()
Info24jam . Jakarta – Penggunaan gawai pada anak tidak bisa dihindari di era digital. Namun tanpa batasan, screen time berlebihan bisa berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga prestasi belajar anak.
Agar anak tetap sehat dan bijak menggunakan teknologi, orang tua disarankan menerapkan aturan *”3S Digital”*: Screen time, Screen zone, dan Screen break.
1. Screen time: Batasi Durasi Sesuai Usia.
Orang tua perlu membatasi durasi menatap layar sesuai usia anak.
WHO merekomendasikan anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari, dan usia 6-12 tahun maksimal 2 jam per hari di luar jam belajar.
Kuncinya konsisten. Buat jadwal kapan boleh main HP, nonton, dan kapan harus belajar atau bermain di luar.
2. Screen zone: Tentukan Area Bebas Gawai.
Tentukan area di dalam rumah yang bebas dari gawai. Contohnya meja makan, kamar tidur, dan ruang tamu.
Tujuannya agar anak dan orang tua punya waktu berkualitas tanpa gangguan notifikasi. Kebiasaan makan bersama tanpa HP juga bisa mempererat komunikasi keluarga.
3. Screen break: Wajibkan Jeda Istirahat.
Saat anak belajar atau bermain digital, wajibkan jeda istirahat secara berkala. Gunakan aturan 20-20-20.
Artinya setiap 20 menit menatap layar, istirahat 20 detik dan lihat objek sejauh 20 meter. Ini penting untuk mencegah mata lelah dan gangguan tidur.
Peran Orang Tua Jadi Contoh.
Dokter anak dan psikolog sepakat, kunci utama bukan melarang total, tapi mendampingi dan memberi contoh. Jika orang tua juga terus menatap layar saat di meja makan, anak akan meniru.
Dengan menerapkan 3S ini, anak tetap bisa menikmati manfaat teknologi untuk belajar, tapi tetap punya waktu untuk bersosialisasi, olahraga, dan istirahat yang cukup.[1][2]..***
Editor…..zamri.
