![]()
Info24jam.id TANGGAMUS — Sehari setelah dilantik, para camat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus langsung memasuki tahapan berikutnya. Kamis (27/8/2026), berlangsung Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus.
Acara dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, yang membacakan amanat Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi.
Ada 14 camat yang sebelumnya baru saja dilantik pada Rabu (26/8/2026), kini resmi menerima tugas dan tanggung jawab untuk memimpin wilayah masing-masing.
Pergantian ini menjadi bagian dari rotasi besar-besaran 78 pejabat Pemkab Tanggamus. Tidak hanya posisi camat yang berubah, sejumlah pejabat yang sebelumnya pernah menduduki jabatan camat juga bergeser ke posisi lain.
Dari Camat Lama ke Camat Baru.
Beberapa nama yang sebelumnya menduduki posisi camat kini mendapat tugas baru.
Alsep Rizam, yang sebelumnya pernah menjabat Camat Cukuh Balak, kini dipercaya sebagai Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Semaka.
Mahidin, yang sebelumnya pernah menjabat Camat Kelumbayan Barat, kini menjadi Kepala Subbagian Program pada Sekretariat Satpol PP.
Mansyurin, yang sebelumnya menjabat Camat Ulu Belu, kini menjadi Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Sumberejo.
Kuroisin, yang sebelumnya menjabat Camat Pulau Panggung, kini menjadi Kepala Seksi Bina Potensi Masyarakat pada Satpol PP.
Sementara Syafrizal, yang sebelumnya menjabat Camat Semaka, kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata.
Nauval, yang sebelumnya menjabat Camat Bandar Negeri Semuong, kini menempati posisi Kepala Bidang Tanaman Pangan.
Sedangkan Purwanti, yang sebelumnya tercatat sebagai Camat Gisting, kini menjadi Kepala Subbagian Perencanaan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Ini 14 Camat yang Menerima Amanah Baru.
Untuk posisi camat, nama-nama yang resmi menerima amanah baru adalah :
*Ali Imron — Camat Wonosobo
*Aguslan — Camat Cukuh Balak
*Eko Setiono — Camat Gisting
*Iskandar — Camat Kelumbayan
*Nurdiansyah — Camat Kelumbayan Barat
*Edi Yulian — Camat Pematang Sawa
*Romas Yadi — Camat Pugung
*Yusmanto Agung — Camat Semaka
*Joni Repi — Camat Pulau Panggung
*Senen — Camat Sumberejo
*Edwin Syah — Camat Air Naningan
*Enie Yusnita Linda — Camat Ulu Belu
*Sujono — Camat Bandar Negeri Semuong
*Sarif Hidayat Bangsawan — Camat Kota Agung Barat.
Dalam amanat Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Agus Suranto, Saleh Asnawi menegaskan bahwa camat memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintah daerah.
Camat, menurutnya, bukan hanya bertugas menyelesaikan urusan administratif, tetapi harus mampu menjadi pemimpin wilayah, koordinator, fasilitator, komunikator sekaligus problem solver terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Jangan hanya menunggu laporan dari bawahan, tetapi harus hadir, turun ke lapangan dan melihat secara langsung kondisi masyarakat,” demikian pesan Bupati.
Camat Diminta Dekat dengan Masyarakat
Bupati juga meminta para camat mengenali wilayahnya masing-masing. Mulai dari potensi daerah, persoalan masyarakat, hingga karakter masyarakat yang dipimpinnya.
“Jadilah Camat yang dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Komunikasi dengan kepala pekon, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat juga dinilai penting.
Sebab, keberhasilan pemerintahan di tingkat kecamatan tidak mungkin dibangun seorang diri.
Di sisi lain, Saleh kembali mengingatkan pentingnya integritas dan netralitas. Jabatan camat disebut sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada pimpinan dan organisasi, tetapi juga kepada masyarakat dan Allah SWT.
Para camat diminta menjadi teladan dengan menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, profesionalisme dan etika dalam bekerja.
Budaya kerja “Jalan Lurus” juga kembali ditekankan, yakni bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab dan istiqamah dalam pengabdian.
Bagi para camat yang baru menerima amanah, pekerjaan kini bukan lagi sekadar soal perpindahan kursi jabatan.
Ada wilayah yang harus dipimpin, masyarakat yang harus dilayani, persoalan yang harus diselesaikan, dan program pemerintah yang harus benar-benar sampai ke tingkat bawah.
Dan pesan Bupati cukup jelas: jangan hanya duduk di kantor, turun dan lihat langsung masyarakat.
(RSA)
