![]()
Info24jam. SELATPANJANG – Kondisi infrastruktur listrik di Dusun II RT 06 dan RT 07, Desa Sendanu Darulihsan Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti , dinilai darurat. Kabel sepanjang 4.000 meter yang melayani 160 kepala keluarga dinilai tidak layak dan mengancam keselamatan warga.
Krisis listrik yang bertahun-tahun itu jadi pokok bahasan pertemuan krusial antara DPRD Kepulauan Meranti dan PLN Rayon Selatpanjang, Rabu (29/4/2026). Pertemuan digelar di Kantor PLN Rayon Selatpanjang.
Hadir Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Meranti H. Hatta SM, Tenaga Ahli DPRD, Kepala Dusun Beringin Syahril, serta tokoh masyarakat Jo Eka Putra dan Suhaidi. Rombongan diterima langsung Manajer PLN Rayon Selatpanjang Roni Saputra.
Kabel Kecil, Tegangan Drop, Warga Terancam Setrum.
H. Hatta memaparkan persoalan utama ada pada ukuran kabel yang terlalu kecil dan bentangannya terlalu panjang. Akibatnya terjadi _voltage drop_ atau penurunan tegangan.
Akibatnya masyarakat tidak bisa menikmati listrik dengan normal. Belum lagi padam sewaktu-waktu sehingga mengganggu aktivitas,” ujar Hatta.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah aspek keselamatan. Jalan di kawasan itu sering tergenang air pasang dan hujan. Kondisi kabel yang sudah berlubang berpotensi putus dan menyengat warga, terutama anak sekolah yang melintas.
Kami khawatir jatuh korban akibat tersengat listrik karena infrastruktur yang sudah usang,” tegasnya.
Pedagang Rugi, Desa Belum Dialiri Listrik.
Hatta juga menyoroti dampak ekonomi di Kecamatan Rangsang. Pemadaman mendadak saat air pasang besar sering merusak peralatan elektronik warga. Pedagang ikan paling dirugikan karena stok dagangan busuk akibat listrik mati tiba-tiba.
Di Tanjung Samak, ada wilayah sepanjang 2 kilometer di dua desa yang hingga kini belum dialiri listrik. Begitu juga di Desa Gemalasari yang butuh jaringan baru sepanjang 4 kilometer.
Masalah lain ada di rumah mesin PLN Rangsang. Saat pasang besar, area itu kerap terendam air asin sehingga pasokan listrik harus dimatikan.
PLN: Masuk Skala Prioritas 2027, Tapi Anggaran Masih 70 Persen.
Manajer PLN Rayon Selatpanjang Roni Saputra mengaku memahami kondisi tersebut. Saat ini wilayah Tanjung Samak masih dalam status siaga operasional. Faktor lingkungan seperti petir, hewan, dan pohon sagu juga memengaruhi stabilitas jaringan.
“Seluruh usulan akan kami pelajari, termasuk apakah sudah masuk perencanaan sebelumnya,” kata Roni.
Ia menyebut ada rencana pengembangan jaringan transmisi dari Pakning ke Bengkalis hingga Meranti pada 2027. Namun keterbatasan anggaran jadi kendala utama. Alokasi saat ini baru mencapai 70 persen dari kebutuhan yang diajukan dan sudah mengalami efisiensi dari pusat.
Kami akan pelajari kembali usulan ini untuk dimasukkan dalam skala prioritas. Kondisi Tanjung Samak memang masih siaga mesin dan beban,” jelasnya.
Roni juga meminta dukungan masyarakat menjaga jaringan, seperti merapikan dahan pohon yang menyentuh kabel.
Editor….zamri.
