![]()
Info24jam – KEPULAUAN MERANTI, – Keprihatinan mendalam datang dari Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Abrasi pantai yang terjadi selama puluhan tahun kini berada di titik kritis. Jalan H. Abdul Aziz yang menjadi akses utama ke Desa Mekong hanya tersisa 5-8 meter lagi sebelum ambruk ke laut.
Seruan ini disampaikan masyarakat melalui Facebook, Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk desakan kepada para pemangku kebijakan dan wakil rakyat.
“Wahai wakil rakyat, lihatlah apa yang terjadi, mana suara mu, bantu rakyat, kini dalam membutuhkan pertolongan,” tulis sumber dari kalangan masyarakat Desa Alai.
Pemdes Sudah Berjuang, Berkas di PUPR Provinsi Sudah Lengkap
Pemerintah Desa Alai mengaku sudah berulang kali mengusulkan pembangunan *batu penahan ombak* ke PUPR Provinsi Riau.
“Kita sebagai Pemdes sudah berusaha mengusulkan sampai ke PUPR Provinsi. Jawabannya insyaallah sudah ditanggapi dan berkas sudah dilengkapi,” ujar warga.
Namun realisasi fisik di lapangan belum juga terlihat, sementara abrasi terus menggerus daratan.
Sejarah 121 Tahun Terancam Hilang.
Desa Alai yang berdiri sejak 1905 – 2026 atau berusia 121 tahun ini sudah kehilangan banyak aset akibat abrasi.
“Seperti jalan zaman dahulu 200 meter yang sudah campak ke laut itu masa kecil ku. Belum lagi masa orang tua saya, belum lagi zaman Datuk saya. Tidak sedikit perumahan, kebun masyarakat, masjid pertama hilang tiada bekas karena sudah jadi lautan,” ungkap warga dengan pilu.
Jika tidak segera ditangani, bukan hanya jalan yang hilang. Perkuburan dan Masjid yang ada di dekat pantai juga terancam lenyap.
Seruan ke Wakil Rakyat
“KALAU KITA BERHARAP SAMA ORANG INI AKIBATNYA SUSAH UNTUK MEREKA PEDULI. Marilah kita sadar untuk kedepannya, supaya desa kita ada yang peduli. Sedih lihat tanpa ada peduli walau pun sudah kita sampaikan,” lanjutnya.
Warga berharap ada perhatian segera sebelum Jalan H. Abdul Aziz menuju Desa Mekong benar-benar habis.
“Semoga Allah SWT mengetuk hati orang-orang yang memangku negeri ini. Aamiin YRA,” tutupnya…(zamri)
