![]()
Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hadirkan terobosan psikoedukasi dan kewirausahaan 4P di Desa Legok, Kuningan. Menggabungkan keuletan dapur dan kreativitas digital, program ini sukses rekat persaudaraan lintas generasi.
Info24jam, Kuningan|Di tengah dinamika transformasi digital yang kian masif, persoalan ekonomi pedesaan sering kali terbentur pada dua dinding tebal: kelelahan mental pelaku usaha mikro (burnout) dan krisis identitas serta kecemasan masa depan di kalangan pemuda. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meluncurkan program intervensi psikologis terpadu di Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 17–18 Juli 2026.
Mengusung tema besar “Keluarga Tangguh, Usaha Tumbuh: Sinergi Antargenerasi dalam Membangun Resiliensi UMKM Desa”, kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta—gabungan ibu-ibu penggerak UMKM/PKK dan pemuda Karang Taruna—ini memadukan pendekatan psikologi klinis, psikologi sosial, serta pelatihan bisnis praktis berbasis 4P (Product, Price, Place, Promotion).
Menurut Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi., Psikolog, pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dalam apresiasi menyampaikan, “bahwa di era transformasi digital saat ini, perguruan tinggi harus hadir nyata di tengah masyarakat melalui pendekatan psikologi strategis guna membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.”
Dr. Yunita menilai, modul dan pendampingan aplikatif di Desa Legok ini tidak hanya dirancang secara komprehensif untuk merespons tantangan zaman, “tetapi juga sukses mengintegrasikan sinergi lintas generasi —antara pengalaman ulet ibu-ibu pelaku UMKM dan kreativitas digital pemuda Karang Taruna— sehingga mampu mewujudkan ekosistem ekonomi desa yang berketahanan (resilien), sejahtera, dan sehat secara psikologis.” Imbuhnya.
Memutus Rantai Stres Melalui “Tangki Emosi”
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pelatihan dengan menghadirkan Narasumber/Trainer Utama Dr. Abdul Rahman Shaleh bersama dengan Dr. Ikhwan Luthfi, M.Si, Dr. Feni Apriyani, M.Ag., Ahmad Zainuddin, SE, dan Andi Lala, Lc, serta Dr. Miftahuddin, M.Si sebagai Ketua Tim Pelaksana. Kegiatan hari pertama langsung menyentuh aspek psikologis terdalam warga. Melalui Modul 1, peserta diajak mengenali konsep “Tangki Emosi” dan memvalidasi bahwa kelelahan peran ganda yang dialami para ibu rumah tangga maupun rasa insecure pemuda adalah hal yang sangat manusiawi.
“Sangat wajar jika seorang ibu merasa mudah marah ketika beban domestik dan tagihan ekonomi menumpuk. Itu bukan karena ibu galak, melainkan alarm bahwa tangki emosinya sedang kosong,” ungkap tim fasilitator saat memandu sesi psikoedukasi.
Suasana balai desa mendadak khidmat ketika seluruh peserta dipandu melakukan praktik relaksasi Mindful Breathing 4-7-8 (tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, embuskan 8 detik). Teknik jeda pernapasan ini diajarkan sebagai remote control instan untuk mematikan alarm stres di otak sebelum emosi negatif melampiasan diri pada anak di rumah atau merusak kreativitas usaha.
Memasuki sesi siang, peserta diajak memperluas wawasan melalui Modul 2 tentang “Dagang Pintar, Untung Lancar”. Warga dibekali rumus 4P agar produk olahan rumahan seperti rengginang dan keripik tidak hanya sekadar numpang lewat, melainkan memiliki standar higienitas, perhitungan harga pokok dan margin laba yang rasional, serta perluasan pasar digital ke grup WhatsApp dan Facebook.
Teori “Missing Link”: Pemuda dan Ibu Adalah Kepingan Puzzle
Hari kedua pelaksanaan (18/7) menjadi momentum paling strategis dengan diperkenalkannya Teori Missing Link (Mata Rantai yang Hilang) dalam Modul 3. Fasilitator membedah realitas sosial di desa: ibu-ibu memiliki keunggulan resep autentik dan rajin produksi namun terkendala literasi digital (gaptek), sementara pemuda Karang Taruna sangat mahir menggunakan gawai dan media sosial namun tidak memiliki modal produk sendiri.
Kesenjangan ini dijembatani melalui konsep sinergi lintas generasi. Pemuda dan ibu-ibu disadarkan bahwa mereka bukanlah pesaing, melainkan dua kepingan puzzle yang jika disatukan akan menghasilkan kekuatan ekonomi yang luar biasa.
Puncak kolaborasi ini dieksekusi dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) pada Modul 4. Didampingi langsung oleh keenam dosen fasilitator di meja-meja bundar, warga membedah produk nyata milik peserta—salah satunya produk keripik milik Ibu Wati.
“Wah, ternyata gampang ya kalau dibantu bikin stiker merek pakai aplikasi Canva di HP sama anak-anak muda ini!” ujar Ibu Wati dengan mata berbinar-binar tatkala anak muda di kelompoknya menunjukkan rancangan kemasan modern di layar ponsel.
Komitmen Nyata dan Harapan ke Depan
Sesi FGD tersebut ditutup dengan pengisian dan penandatanganan Kanvas Kolaborasi Desa. Kedua belah pihak bersepakat membagi peran secara harmonis: kaum ibu fokus menjaga kualitas produksi makanan, sementara para pemuda mengambil alih urusan desain kemasan, fotografi produk, dan pemasaran daring untuk jangka waktu minimal satu bulan ke depan.
Keberhasilan program ini mendapat apresiasi tinggi dari perangkat Desa Legok. Kolaborasi berbasis riset psikologi partisipatif ini terbukti tidak hanya mendongkrak omzet ekonomi kerakyatan, tetapi juga memulihkan keharmonisan keluarga serta membangkitkan rasa bangga pemuda untuk membangun tanah kelahiran mereka sendiri.
Kepala Desa Legok, Kuwuh Atang, menyampaikan bahwa, “Kami mewakili seluruh warga Desa Legok menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atas terselenggaranya pendampingan ini. Program Keluarga Tangguh, Usaha Tumbuh terbukti sangat nyata membuka mata kami, bahwa kolaborasi antara keuletan ibu-ibu dan kreativitas digital anak muda Karang Taruna adalah kunci utama untuk membuat UMKM desa kami naik kelas, mandiri, dan lebih sejahtera.”
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Desa Legok kini siap menatap masa depan sebagai teladan nyata desa mandiri, unggul dalam resiliensi ekonomi dan sehat secara psikologis.***
Sumber: Rilis PKM Psikologi UIN Syahid
Editor: Zulfadhli Anwar
