![]()
Info24jam . SUNGAI TOHOR BARAT – Tak ada sinyal, jalan rusak, jembatan putus bukan alasan warga tak punya KTP. Disdukcapil Meranti jemput bola pakai kempang layani suku asli Dusun Nerlang rekam KTP-el dan terima akta perkawinan, Rabu 1/7/2026.
Negara Hadir Lewat Jalur Air:
Wilayah blank spot dan infrastruktur minim di Dusun II Nerlang tak lagi penghalang. Disdukcapil Meranti buka pelayanan di atas kempang di perairan Sungai Tohor Barat. Warga suku asli dikumpulkan langsung di kapal untuk rekam KTP-el dan terima akta perkawinan. Tak perlu lagi tempuh perjalanan jauh ke kota.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Meranti, Tengku Arifin, tegaskan identitas kependudukan adalah hak dasar. “Pemkab Meranti komitmen layani semua warga tanpa kecuali, termasuk yang di wilayah terpencil. Kepemilikan dokumen wajib dipenuhi negara,” ujarnya mewakili Bupati. Ia apresiasi inovasi Disdukcapil yang terus turun langsung ke masyarakat.
Kadiskucapil Meranti Agustia Widodo beberkan alasan jemput bola pakai kempang. “Nerlang blank spot, jalan dan jembatan belum memadai. Makanya kami hadir langsung lewat jalur air agar hak administrasi warga tetap terpenuhi,” jelasnya. Ia apresiasi dukungan Camat Tebing Tinggi Timur, UPT Dukcapil, kades, dan petugas lapangan.
Layanan jemput bola ini sasar penduduk rentan dan suku asli di daerah terpencil. Targetnya: semua warga punya dokumen sah secara hukum. Inovasi kempang jadi bukti nyata kehadiran pemerintah. Tak ada lagi warga Meranti yang tertinggal akses identitas kependudukan cuma karena faktor geografis.
Pemkab Meranti tegaskan layanan jemput bola akan terus digencarkan. Negara hadir bukan cuma di kota, tapi sampai ke pelosok dusun, bahkan di atas air. KTP-el dan akta perkawinan kini bukan lagi barang mewah bagi suku asli Nerlang…***
Editor…..zamri.
