![]()
Langkat |Info24jam.id
Pengadaan kertas soal ujian untuk Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Langkat diduga terjadi praktik markup anggaran. Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan perbedaan biaya yang dibebankan dalam pengadaan soal ujian sekolah, Senin, 18/5/2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, harga kertas soal ujian sebesar Rp.13000 Per siswa. Namun, dari hasil penelusuran awak media, Belakangan ada sejumlah sekolah di beberapa kecamatan di kabupaten Langkat menganggarkan biaya pengadaan mencapai sekitar Rp.10.000 Per siswa yang di kerjakan oleh rekanan yang lain.
Awak Media sempat mengkonfirmasi beberapa kepala sekolah melalui chat whatsapp, namun kepala sekolah tersebut tidak memberikan tanggapan.
Mantan K3S berinisial R di kabupaten Langkat saat di konfirmasi awak media menuturkan jika pihaknya tidak tahu apa-apa, K3S dan kepala sekolah hanya menerima dari Dinas dan Rekanan sebagai penyedia barang.
“Kami kan hanya menerima saja Pak, kami tidak tahu apa-apa Pak, tanyak sama Dins dan Pengusahanya Pak”. Ujarnya
Tidak hanya itu Pengadaan tersebut juga diduga tudak disertai kewajiban Perpajakan sebagaimana mestinya. Padahal, kegiatan pengadaan kertas soal ujian terebut telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi serta pengawasan penggunaan anggaran pendidikan di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Langkat. Mengingat, setiap penggunaan dana pendidikan seharusnya mengacu pada prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan perpajakan.
Kabid SD Disdik berinisial F ketika di konfirmasi melalui chat whastappnya mengatakan pihaknya akan menelusuri masalah tersebut, F seolah tidak mengetahui pengadaan tersebut.
Sekretaris Dinas berinisial RHG ketika di bubungi awak media mengatakan tidak tahu tentang soal ujian, RHG menyebutkan jika soal ujian itu kewenangan kepala sekolah atau satuan pendidikan.
“Saya tidak tahu menau tentang soal ujian, itu kewenagan kepala sekolah atau satuan Pendidikan”. Ujar RHG
Kadisdik Langkat IB belum dapat di konfirmasi hingga saat ini karena whatsappnya tidak aktif lagi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan UD.BK belum juga memberikan keterangan resmi terkait dugaan markup dan mekanisme pengadaan tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
AA
